Teknik Pengeringan Dengan Metode Yang Berbeda Pada Jagung Potong (Zea Mays L.)
DOI:
https://doi.org/10.61761/agiotech.3.2.44-47Keywords:
Pengeringan, Jagung, Cahaya MatahariAbstract
Pengeringan jagung merupakan proses penting dalam industri pertanian karena jagung merupakan salah satu sumber pangan dan industri pakan ternak. Jagung atau disebut juga dengan Zea mays L. merupakan tanaman yang bisa dijadikan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku. Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, hasil produksi tanaman jagung di Indonesia mencapai 14,46 juta ton, hasil ini menurun 12,48% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 22,35 juta ton. Sedangkan hasil produksi Provinsi Riau pada tahun 2023 sebesar 1,28 juta ton. hasil ini mengalami penurunan sebanyak 140,89 ribu ton atau 9,91 dibandingkan dengan produksi pada tahun 2022 yang mencapai 1,42 juta ton. Pratikum ini berujuan untuk mengetahui berat basah, berat kering, dan susut bobot jagung potong yang dijemur dengan cahaya matahari + alas, cahaya matahari tanpa alas, dan suhu ruang. . Metode pratikum yang digunakan pertama dijemur di bawah matahari tanpa alas, kedua dijemur di bawah matahari dengan menggunakan alas, dan yang ketiga yaitu disimpan pada suhu ruang. Hail yang didapatkan dalam pratikum ini adalah bahwa pengaruh intensitas cahaya, suhu dan tempat penyimpanan jagung potong sangat mempengaruhi nilai berat kering dan susut bobot.. Semakin tinggi intensitas cahaya dan suhu yang ada, maka semakin tinggi pula nilai berat kering dan susut bobot jagung potong. Perlakuan pada cahaya matahari (32℃) dengan alas atau tanpa alas dapat meningkatkan masa simpan, sedangkan perlakuan pada suhu ruang justru mempersingkat masa simpan dan menyebabkan jagung menjadi berjamur.
References
Ambiyar, A., Syahri, B., & Prasetya, F. (2020). Peningkatan Produktivitas Pertanian Jagung melalui Inovasi Alat Tanam Jagung Sistem Roda Tanjak. Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek), 2(3): 37-43.
Amzeri, A. (2018). Tinjauan Perkembangan Pertanian Jagung di Madura dan Alternatif Pengolahan menjadi Biomaterial. Rekayasa, 11(1): 74-86.
Bahua, M.I., Jahi, A., Asngari, P.S., Saleh, A., & Purnaba, I.G.P. (2010). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian dan Dampaknya pada Perilaku Petani Jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmiah Agropolitan, 3(1): 293-303
Faizah, M., Rizky, A., Zamroni, A., & Khasan, U. (2022). Pembuatan Briket sebagai Salah Satu Upaya Pemanfaatan Limbah Pertanian Bonggol Jagung di Desa Tampingmojo. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2): 65-68.
Farda, M.A., Khomsah, N.M., Syara, S., Wardhani, K.A., Dewi, M.A., Raihan, M.R., & Suwahono, S. (2024). Pengembangan Strategi Pemasaran Hasil Pertanian Jagung. Jurnal Pelayanan Masyarakat, 1(3): 112-120.
Khairunnisa, N.F., Saidah, Z., Hapsari, H., & Wulandari, E. (2021). Persepsi Petani tentang Peran Penyuluh Pertanian dalam Peningkatan Pendapatan Petani Jagung Hibrida. Mimbar Agribisnis, 7(1): 486-498.
Mamangkay, B., Baderan, D.W.K., Hamidun, M.S., & Dunggio, I. (2023). Pola Aktivitas Pengolahan Pertanian Jagung yang Berdampak pada Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Gorontalo. Jambura Geo Education Journal, 4(1): 12-24.
Musa, F.T., Lampe, M., Aripin, A., & Safriadi, S. (2023). Pengetahuan Petani tentang Input-Input Produksi Pertanian Jagung Hibrida. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2): 1009-1018.
Sofyan, I. (2019). Strategi Komunikasi Inovasi dalam Perubahan Sistem Pertanian Jagung Hibrida Madura-3 di Kabupaten Pamekasan. Jurnal Komunikasi, 13(2): 109-120
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Afrila Ardi Annisa, Annisa Meliana, Ronal Kurniawan, Okta Rizal Karsih, Fharisa Nabila Rizvi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





