Induksi Tunas Nanas Ananas Comosus (L.) Merr Varietas Gemilang dengan Pemberian NAA dan BAP secara In Vitro

Authors

  • Nisma Sari Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Perternakan, Universitas Sultan Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Annisa Meliana Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau
  • Ronal Kurniawan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau https://orcid.org/0000-0003-0000-2316
  • Okta Rizal Karsih Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau
  • Fharisa Nabila Rizvi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61761/agiotech.3.2.38-43

Keywords:

Nanas, Kultur, Tanaman, Sterilisasi

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura potensial di Indonesia dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia penyebaran tanaman nanas hampir merata di seluruh daerah, dikarenakan nanas memiliki kemampuan tumbuh di Indonesia yang memiliki keragaman agroklimat perbanyakan tanaman nanas secara vegetatif seperti stek tunas yang langsung ditanam ke tanah akan menghasilkan jumlah bibit yang sedikit, memerlukan tempat yang luas, waktu yang sangat lama dan tergantung musim, hal ini akan memperlambat ketersediaan buah nanas. Perbanyakan secara in vitro atau kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif pratikum ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis cara melakukan teknik sterilisasi yang ada pada kultur jaringan. Metode pratikum yang digunakan sterilisasi, pembuatan larutan stok ZPT, pembuatan media tanam dan penanaman eksplan. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa induksi tunas nanas Ananas comosus (L.) Merr varietas Gemilang secara in vitro dengan pemberian NAA 1 ppm dan BAP 5 ppm tidak berhasil menghasilkan tunas pada sebagian besar eksplan yang diuji, dengan dormansi mencapai 28%. Selain itu, terdapat masalah kontaminasi bakteri yang mencapai 68%, yang mengganggu pertumbuhan eksplan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan eksplan yang sehat, penyesuaian konsentrasi ZPT, langkah-langkah sterilisasi yang harus diperketat dan pengelolaan kondisi lingkungan yang optimal untuk meningkatkan keberhasilan induksi tunas dalam kultur jaringan

References

[BPS] Badan Pusat Statistik Riau. (2023). Statistik Pertanian Riau 2023. BPS Riau. Pekanbaru.

Abdillah, D.M., Abdul, M., Irma, w., Sepdian, L., & Asmono, A. (2024). Pengaruh Kombinasi ZPT IAA dan BAP Terhadap Induksi Tunas Tembakau (Nicotiana tabacum L) Varietas Kasturi 2 secara In Vito. Jurnal Ilmu Pertanian, 1(2); 98-112.

Andriani, E., Sari, R.D., & Putri, A. (2021). Identifikasi Jamur Kontaminan pada Berbagai Eksplan Kultur Jaringan Anggrek Alam (Bromheadia finlaysoniana (Lind.) Miq. Agro Bali : Agricultural Journal. 4 (2): 192-199.

Dhurve, L., Kumar, A.K., Bhaskar, J., Sobhana, A., Francies, R.M., & Mathew, D. (2021). Wide Variability among the Mauritius‟ Somaclones Demonstrates Somaclonal Variation as A Promising Improvement Strategy in Pineapple (Ananas comosus L.). Plant Cell Tissue Organ Cult., 145(3): 701–705.

Ibrahim, M.H., Yusof, Z., & Rahman, M.R.A. (2014). Penyebab Kontaminasi Jamur pada Kultur Jaringan: Faktor Sterilisasi Eksplan dan Media Kultur. Jurnal Bioteknologi dan Pertanian, 23(2): 45-50.

Jannah, J., Mifyatul, D., & Salbiah, S. (2020). 49 Karakteristik Symphylid pada Tanaman Nanas Ananas comosus (L.) Merr di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Agroteknologi, 10 (2): 49 – 57

Khaerunnisa, A. (2020). Pengaruh Sterilisasi menggunakan Clorox dan Twin terhadap Kontaminasi Jamur pada Kultur Jaringan. Jurnal Mikrobiologi Pertanian, 15(3): 123-128.

Khasanah R.N., & Fathurrrahman, F. (2023). Multiplikasi Eksplan Mahkita Nanas (Ananas comosus L.Merr) Varietas Suska Kualu Riau pada Perlakuan BAP dan NAA. Jurnal Dinamika Pertanian, XXXIX (1): 1-10.

Kumar, R. (2016). Natural Dormancy in Explants in Tissue Culture: Causes and Solutions. Journal of Plant Biotechnology, 14(2): 45-56.

Nisa, C., & Rodinah, R. (2005). Kultur Jaringan beberapa Kultivar Buah Pisang (Musa paradisiaca L.) dengan Pemberian Campuran NAA dan Kinetin. BIOSCIENTIAE, 2(2): 23 – 36

Nugraheni, N. (2016). Sehat Tanpa Obat dengan Nanas-Seri Apotek Dapur. Andi Publisher. Sleman.

Prasetyo, R.L.A., Setiawati, T., & Yuliana, M. (2017). Perbandingan pertumbuhan bakteri dan jamur pada media kultur jaringan: Pengaruh sumber daya dan kondisi lingkungan. Jurnal Mikrobiologi dan Bioteknologi, 12(2): 95-101.

Pustika, P. (2019). Control of Fungal Contamination in Pineapple In Vitro Culture. Journal of Tropical Agriculture.

Ramabulana, A.T., Steenkamp, P.A., Madala, N.E., & Dubery, I.A. (2021). Application of Plant Growth Regulators Modulates the Profile of Chlorogenic Acids in Cultured Bidens Pilosa Cells. Plants, 10(3):1–13.

Sulaiman, A. (2017). Effect of Explant Quality on Dormancy and Growth Response in Tissue Culture. Journal of Agricultural Biotechnology, 18(4): 101-112

Utami, S., Pinem, M.I., & Syahputra, S. (2018). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Bio Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 21(2): 173 177.

Zarmiyeni, S., & Munawarah, M. (2014). Pertumbuhan Tanaman Nanas pada Berbagai Konsentrasi IBA secara In Vitro. Jurnal Sains STIPER Amuntai, 4(2) :88-93.

Downloads

Published

06-07-2026

How to Cite

Sari, N., Meliana, A., Kurniawan, R., Karsih, O. R., & Rizvi, F. N. (2026). Induksi Tunas Nanas Ananas Comosus (L.) Merr Varietas Gemilang dengan Pemberian NAA dan BAP secara In Vitro. Agriculture and Biological Technology, 3(2), 38–43. https://doi.org/10.61761/agiotech.3.2.38-43

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2