Pengujian Mutu yang Terkandung dalam Produk Ikan Lele Asap
DOI:
https://doi.org/10.61761/seawarm.3.1.6-14Keywords:
Ikan lele, Pengujian duplo, Ikan asap, AnalisAbstract
Ikan lele merupakan ikan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan harga yang relatif murah. Komposisi kandungan gizi ikan lele adalah kandungan protein (17,7%), lemak (4,8%), mineral (1,2%), karbohidrat (0,3%), dan air (76%). Pengasapan melibatkan serangkaian proses kimiawi, termal, difusif, dan biokimia yang berlangsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, termasuk jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan statistik, dan publikasi dari lembaga penelitian yang diterbitkan antara tahun, yang dihasilkan pada penelitian ini berkisar antara 8,43, 7.22, dan 8,75. Nilai yang di dapat pada aktivitas air adalah 8,59. kadar abu yang terkandung pada lkan lele asap berkisar antara 17,92,17,97, dan 18,24. Kadar abu yang terkandung pada ikan patin asap berkisar antara 9.07,10.33, dan 9,47, sama seperti ikan lele asap, perlakuan pada ikan patin asap mendapatkan hasil 9.27. Analisis mendapatkan hasil 13,49%. Kadar lemak yang optimal berkisar antara 13,49-27,53%. Kadar protein yang terkandung pada ikan lele asap berkisar antara 52,94 dan 52,24. Kandungan kadar protein berkisar antara 43,01 dan 42,73, protein yang terkandung pada produk olahan ikan patin asap. Secara umum, kadar protein pada ikan asap berkisar antara 52,94 hingga 43,01%. Pengujian duplo ataupun triplo merupakan salah satu uji pembedaan yang digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil dengan menggunakan sampel pembanding. apat disimpulkan bahwa produk ikan lele asap mengandung kadar air,abu serta protein yang tinggi sedangkan produk patin asap mengandung lemak yang tinggi
References
Adawyah, R. (2014). Pengolahan dan Pengawetan Ikan. PT. Bumi Aksara. Jakarta. 159(2).
Adeyeye, S.A., Oyewole, O.B., Obadina, O.A., Omemu, A.M., Adeniran, O.E., Oyedele, H.A., ... & Omoniyi, S.A. (2017). Effect of Smoking Methods on Quality and Safety of Traditional Smoked Fish from Lagos State, Nigeria. Journal of Culinary Science & Technology, 15(1): 17-35.
Agustina, R., Syah, H., & Ridha, M. (2013). Kajian Mutu Ikan Lele (Clarias batrachus) Asap Kering. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 5: 1-3.
Arnaya, I. (1980). Suatu Studi tentang Electrical Fishing dan Kemungkinan Pengembangannya di Indonesia. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor Bogor.
Astawan, M. (2015). Pengolahan Ikan Lele: Metode dan Penerapan. Jurnal Teknologi Perikanan, 8(2): 123-135.
Citra, F., Yuliati, K., & Baehaki, A. (2015). Analisis Mutu Ikan Lele (Clarias batrachus) Asap Produksi Rakyat di Jalan Lintas Musi II Desa Keramasan, Kertapati, Palembang. Fishtech, 4(1): 9-15.
Davies, R.M., & Davies, O.A. (2009). Traditional and Improved Fish Processing Technologies in Values of Fish. Tropical Science, 33: 183-189.
Himawati, H. (2010) Pengaruh Penambahan Asap Cair Tempurung Kelapa Destilasi dan Redestilasi terhadap Sifat Kimia, Mikrobiologi, dan Sensoris Ikan Pindang Layang (Decapterus spp) selama Penyimpanan. Univesitas Sebelas Maret.
Rizki, A., Suhendra, D., & Yuliana, E. (2023). Comparative Analysis of Protein Content in Smoked Fish. Journal of Aquaculture Research and Development, 14(2): 115-122
Susalam, M.K. (2012). Pengaruh Penggunaan Asap Cair sebagai Pengawet terhadap Kualitas Nugget Daging Ayam. Universitas Andalas padang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fharisa Nabila Rizvi, Puspita Sri Dewi Syafridar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






