Kajian Pendapatan Nelayan Pukat Pantai Purus Kota Padang terhadap Peningkatan Ekonomi Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.61761/seawarm.3.1.15-21Keywords:
Pendapatan Nelayan, Pukat Tepi, Ekonomi Keluarga, Pantai PurusAbstract
Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang mata pencariannya sebagian besar bersumber dari aktivitas menangkap ikan dan mengumpulkan hasil laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan nelayan pukat tepi serta kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi keluarga di Pantai Purus, Kota Padang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei melalui wawancara dan kuesioner terhadap 20 nelayan pukat tepi yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Variabel bebas yang dianalisis mencakup status kepemilikan alat tangkap, panjang alat pukat, frekuensi melaut, jumlah ABK, dan biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi secara simultan signifikan pada taraf kepercayaan 95%, dengan R² = 0,698 yang berarti 69,8% variasi pendapatan nelayan dapat dijelaskan oleh variabel bebas, sedangkan 30,2% dipengaruhi faktor lain di luar model. Secara parsial, panjang alat pukat (t = 3,469; sig = 0,004), frekuensi melaut (t = -2,565; sig = 0,022), dan jumlah ABK (t = -4,236; sig = 0,001) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Sebaliknya, status kepemilikan (sig > 0,05) dan biaya operasional (t = -2,645; sig = 0,397) tidak berpengaruh signifikan
References
Bhokaleba, B., & Laki, L. (2017). Analisis Pendapatan Nelayan Bagan Apung di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan.
Darajati, A., & Syafei, M. (2023). Teknologi Penangkapan Ikan: Inovasi dan Keberlanjutan. ResearchGate.
Elida, E. (2018). Keterampilan Pembuatan Souvenir dengan Teknik Cetak Sablon untuk Pedagang Kaki Lima di Kawasan Wisata Pantai Purus Kota Padang. Unes Journal of Community Service, 3(1): 23-30.
Fernando, N. (2021). Perilaku Pengunjung Objek Wisata Pantai Purus dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Purus Kelurahan Purus Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Jurnal Buana, 5(3): 510-519.
Helmi, Y.S.Z., & Irwan, M.S. (2017). Kehidupan Nelayan Sumatera Barat dalam Karya Grafis. Serupa The Journal of Art Education, 4(2): 1-10.
Korompot, F., Auliyah, N., & Ngabito, M. (2024). Analisis Pendapatan Nelayan Gill Net dan Pukat Pantai di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow. Gorontalo Fisheries Journal, 6(2): 62-75.
Mandela, H., Zulkarnaini, Z., & Hendrik, H. (2015). The System of Revenue on Fishermen Using Beach Seine in Padang Coastal of West Sumatera Province. Riau University.
Muninggar, R., Fauziah, F.I., & Mustaruddin. (2022). Pendapatan Nelayan pada Usaha Perikanan Tangkap dan Wisata Bahari di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta. ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 5(2): 187–197.
Olanda, E.O.W., Bahtiar, B., & Upe, A. (2019). Strategi Adaptasi Nelayan dalam Menghadapi Kemiskinan di Desa Mekar Sama Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Jurnal Neo Societal, 4(1): 584-590
Ulfa, M. (2018). Persepsi Masyarakat Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim Ditinjau dalam Aspek Sosial Ekonomi. Jurnal Pendidikan Geografi, 23(1): 41-49
Yulius, Y., & Susilawati, N. (2021). Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang. Journal of Anthropological Research, 2(3): 1-7.
Zebua, Y., Wildani, P.K., Lasefa, A., & Rahmad, R. (2017). Faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Kesejahteraan Nelayan Pesisir Pantai Sri Mersing Desa Kuala Lama Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara. Jurnal Geografi, 9(1): 88-98.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Puspita Sri Dewi Syafridar, Fharisa Nabila Rizvi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






