Teknik Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta

Authors

  • Fharisa Nabila Rizvi Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau
  • Mona Uli Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas fakultas perikanan dan kelautan, universitas riau

DOI:

https://doi.org/10.61761/seaqu.3.2.35-38

Keywords:

Ikan kakap putih, BBIL, Kepulauan Seribu

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan yang mempunyai nilai ekonomis dan nilai gizi yang tinggi sebagai ikan konsumsi. Pelaksanaan kerja praktik ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai Teknik pendederan ikan kakap. Kegiatan Kerja Praktik (KP) dilaksanakan pada 5 Januari – 26 Januari 2024 di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan kerja praktik yaitu metode praktek langsung dan metode mentor, pada proses pendederan ikan kakap putih diawali dengan tahapan persiapan wadah budidaya, penebaran benih, pemberian pakan, sampling dan grading, pengelolaan kualitas air (suhu, ph, salinitas), pencegahan hama dan penyakit, serta pengamatan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan kakap putih. Di BBIL Pulau Tidung dilakukan di bak fiber sebanyak 4 buah dengan ke dalam 70 cm dan diameter 150 cm. Kemudian penyakit yang sering terjadi pada saat pemeliharaan yaitu black body yang ciri-ciri nya yaitu ikan mulai berubah warna menjadi hitam dan berenang ke permukaan. Suhu yang didapatkan yaitu 28-30 ºC, salinitas 29-33 ppt, dan pH 7,6-8,5.

References

Affan, J.M. (2011). Seleksi Lokasi Pengembangan Budidaya dalam Keramba Jaring Apung (KJA) berdasarkan Faktor Lingkungan dan Kualitas Air di Perairan Pantai Timur Kabupaten Bangka Tengah. Jurnal Sains, 17(3): 99.

Arif, A. (2001). Buletin Budidaya Laut seri 5 & 6. BBL Lampung. Ditjen Perikanan

Aslamiah, S.B., Ayawati, R., & Putri, W.A.E. (2019). Laju Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) dengan Pemberian Pakan yang Berbeda. Jurnal Penelitian Sains, 21(3): 112-117

Hathurusingha, P. I., & Davey, K. R. (2016). Chemical Taste Taint Accumulation in RAS Farmed Fish–A FR 13 Risk Assessment Demonstrated with Geosmin (GSM) and 2-Methylisoborneol (MIB) in Barramundi (Lates calcarifer). Food Control, 60: 309-319

Mulyono, M. (2011). Budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch). STP Press. Jakarta.148 hlm.

Putri, M. N., Kurniawan, R., & Riswan, M. (2024). Pemijahan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). South East Asian Aquaculture, 1(2): 30–33.

Putri, M.N., & Kurniawan, R. (2023). Kualitas Air pada Media Pemeliharaan Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). South East Asian Aquaculture, 1(1): 1–4.

Rayes, R.D., Sutresna, I.W., Diniarti, N., & Supii, A.I. (2013). Pengaruh Perubahan Salinitas Terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch). Jurnal Kelautan, 6(1): 47-56.

Santika, L., Diniarti, N., & Astriana, B.H. (2021). Pengaruh Penambahan Ekstrak Kunyit pada Pakan Buatan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 14(1): 48-57

Downloads

Published

19-01-2026

How to Cite

Rizvi, F. N., & Uli, M. (2026). Teknik Pendederan Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Balai Benih Ikan Laut Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. South East Asian Aquaculture, 3(2), 35–38. https://doi.org/10.61761/seaqu.3.2.35-38

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)