Pengaruh Perendaman Dosis Hormon Tiroksin yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus)

Authors

  • Aditya Wahyudi Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau
  • Nuraini Nuraini Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau
  • Sukendi Sukendi Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61761/seaqu.4.1.1-9

Keywords:

Clarias batrachus, Tiroksin, Pertumbuhan, Kelulushidupan

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan dan menjadi bahan pangan bagi masyarakat Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan rekayasa budidaya yang dapat meningkatkan pertumbuhan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal perendaman hormon tiroksin terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan lele lokal. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pembibitan dan Budidaya Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau. Larva ikan lele lokal yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah larva berumur 5 hari hasil pemijahan buatan. Larva yang dibutuhkan sebanyak 360 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga membutuhkan 12 unit wadah uji. PD (tanpa hormon tiroksin), P1 (0,2 mg/L), P2 (0,4 mg/L). P3 (0,6 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman larva lele lokal menggunakan larutan hormon tiroksin dengan dosis berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan berat absolut, pertumbuhan panjang absolut, laju pertumbuhan spesifik, dan sintasan larva lele lokal. Dosis hormon tiroksin terbaik terhadap pertumbuhan larva lele adalah 0,4 mg/L, menghasilkan pertumbuhan berat absolut sebesar 1,47 g, pertumbuhan panjang absolut sebesar 4,91 cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 14,07%, dan sintasan sebesar 96,67%.

References

Affandi, R., & Tang, U.M. (2002). Fisiologi Hewan Air. Unri Press. Pekanbaru.

Afrianto, E., & Liviawaty, E. (2005). Pakan Ikan Kanisius. Yogyakarta. 77 hlm.

Agus, O.S., Muhammad, M., & Alimuddin, M. (2013). Efektivitas Hormon Tiroksin dan Hormon Pertumbuhan Rekombinan terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Patin Siam. Jurnal Akuakultur Indonesia, 12(1): 31–39.

Agustina, H., Yulisman, Y., & Fitrani, M. (2015). Periode Waktu Pemberian dan Jenis Pakan Berbeda untuk Meningkatkan Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Tambakan (Helostoma temminckii). Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 3(1): 94–103.

Dewi, R.R. (2006). Strategi Peningkatan Produksi Benih Ikan Budidaya Melalui Penggunaan Hormon Tiroid. Media Akuakultur, 1(2): 55-57

Effendie, M.I. (2002). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta

Francissca, N.E., & Muhsoni, F.F. (2021). Laju Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Salinitas yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan, 2(3): 166–175

Ginting, S.B. (2020). Pengaruh Perendaman Telur Menggunakan Hormon Tiroksin terhadap Daya Tetas Telur, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Selais (Ompok rhadinurus Ng). Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. 98 hlm.

Haraedi, A., Prayitno, S.B., & Yuniarti, T. (2018). The Effect of Different Thyroxine Hormone (T4) Concentration on the Growth, Survival, and pigment Development of Pink Zebra Fish Larvae (Brachdanio reiro). Omni Akuatika, 14(2): 21-28.

Helmizuryani, H., Dasir, D., & Isnaini, D.A. (2022). Teknik Pembenihan Ikan Lele (Clarias gariepinus Burchell 1822) di Kolam Terpal. CV Amanah Palembang – Indonesia. 120 hlm.

Hermansyah, F. (2013). Analisis Pemijahan secara Buatan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias sp) di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat. Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negri Pangkep. 18 hlm.

Hidayat, K. (2013). Pembesaran Ikan Selais (Ompok hypopthalmus) dengan Pemberian Pakan Mengandung Hormon Tiroksin (T4). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. 50 hlm.

Khalil, N.A., Ala, H.M.M.K., & Mousa, M.A. (2011). The Effect of Maternal Thyroxine Injection on Growth, Survival and Development of the Digestive System of Nile Tilapia, (Oreochromis niloticus), Larvae. Advances in Bioscience and Biotechnology, 2(5): 320–329.

Kurniawan, O., Johan, T.I., & Setiaji, J. (2014). Pengaruh Pemberian Hormon Tiroksin (T4) dengan Perendaman terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelulushidupan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac). Jurnal Dinamika Pertanian, 29(1): 107–112.

Mahyudin, K. (2013). Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Niaga Swadaya. 250 hlm.

Oktaviani, L., Basuki. F., & Nugroho, R.A. (2017). Pengaruh Perendaman Hormon Tiroksin dengan Dosis yang Berbeda terhadap Daya Tetas Telur, Pertumbuhan, dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Mas Koki (Carassius auratus). Journal of Aquaculture Management and Technology, 6(4): 110-119

Pahlawan, R.G.M., Zairin, M., & Raswin, R. (2005). Pengaruh Pembesaran Hormon Tiroksin secara Oral terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Platy Koral (Xiphophorus maculates). Jurnal Akuakultur Indonesia, 4(1): 31-35.

Pasaribu, A.F., Muslim, M., & Syaifudin, M. (2019). Pengaruh Lama Waktu Perendaman dalam Larutan Tiroksin terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Gabus (Channa striata). Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 7(1):25-33

Putri, M. (2012). Pengaruh Perendaman Larva Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dalam Larutan Hormon Tiroksin dengan Dosis yang Berbeda terhadap Perkembangan, Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan. Institut Pertanian Bogor

Rahmi, F. (2021). Pengaruh Dosis dan Fase Perendaman Hormon Tiroksin (T4) terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus). Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau. Pekanbaru. 15 hlm.

Rusliadi, R., Putra, I., & Syafriyandi, S. (2015). Pemeliharaan Benih Lele Lokal (Leptobarbus hoeveni bleeker) dengan Padat Tebar yang Berbeda pada Sistem Resirkulasi dan Akuaponik. Berkala Perikanan Terubuk, 43(2): 1– 13.

Setiaji, J., & Johan, T.I. (2012). Pengaruh Hormon Tiroksin (T4) terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Jambal Siam (Pangasius hypophthalmus). Jurnal Dinamika Pertanian, 27(3): 189–194.

Sobirin, M., Rusliadi, R., & Pamukas, N.A. (2017). Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Gabus (Channa striata) yang diberi pakan Cacing sutera dengan jumlah berbeda. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, 5(1): 1-11.

Soegiri, N. (1988). Zoologi Umum. Gelora Angkasa Pratama. Jakarta. 484 hlm.

Sudrajat, A., Muttaqin, M., & Alimuddin, A. (2013). Efektifitas Hormon Tiroksin Pertumbuhan Rekombinan terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Patin Siam. Akuakultur Indonesia, 12(I):31 – 39.

Tantowi, I. (2014). Penambahan Hormon Tiroksin (T4) dalam Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Bawal Bintang (Tranchinotus blochii, Lacepede). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. 50 hlm.

Yofangka, F.D.P., Nuraini, N., Sukendi, S., & Heltonika, B. (2023). Pengaruh Pengayaan Daphnia sp dengan Dosis Vitamin C Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Lele lokal (Clarias meladerma). Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 7(4): 473–481.

Zonneveld, N., Huisman, E.A., & Boon, J.H. (1991). Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka Utama

Downloads

Published

11-07-2026

How to Cite

Wahyudi, A., Nuraini, N., & Sukendi, S. (2026). Pengaruh Perendaman Dosis Hormon Tiroksin yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus). South East Asian Aquaculture, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.61761/seaqu.4.1.1-9

Issue

Section

Articles