Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee
DOI:
https://doi.org/10.61761/seaqu.3.2.48-53Keywords:
Litopenaeus vannamei, WSSV, PCR, Budidaya UdangAbstract
White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
References
Arafani, L., Mursal, G., & Ali, M. (2016). Pelacakan Virus Bercak Putih pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Lombok dengan Real-Time Polymerase Chain Reaction. Jurnal Veteriner, 17(1), 88-95.
Aulia, A.M.S., Budi, D.S., Fasya, A.H., Kenconojati, H., & Azhar, M.H. (2019). Deteksi Virus pada Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I. Journal of Aquaculture, 4(2): 83-90.
Farida, R. (2019). Deteksi White Spot Syndrome Virus pada Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) di Tambak Masyarakat Gampong Paya Kameng Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar. UIN Ar-Raniry.
Hewajuli, D.A., & Dharmayanti, N.L.P.I. (2014). Perkembangan Teknologi Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction dalam Mengidentifikasi Genom Avian Influenza dan Newcastle Diseases. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 24(1): 16-29.
Lestari, I., Purbianto, K. A., Prayogo, S., Anggoro, A., & Johan, Y. (2023). Deteksi Virus WSSV (White Spot Syndrom Virus) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) yang Dilalulintaskan Melalui Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bengkulu. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan (pp. 211-215).
Mahardika, K., Zafran, Z., & Koesharyani, I. (2004). Deteksi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Windu (Penaeus monodon) di Bali dan Jawa Timur Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 10(1): 55-59.
Maimunah, Y., & Kilawati, Y. (2015). Kualitas Lingkungan Tambak Insentif Litopenaeus vannamei dalam Kaitannya dengan Prevalensi Penyakit White Spot Syndrome Virus. Research Journal of Life Science, 2(1): 50-59.
Miske, L.J., Stetzer, M., Garcia, M., & Stellar, J.J. (2017). Airways and Injuries: Protecting Our Pediatric Patients from Respiratory Device-Related Pressure Injuries. Critical Care Nursing Clinics, 29(2): 187-204.
Nur'aini, Y.L., Bambang, H., Subyakto, S., & Gemi, T. (2007). Active Surveillance of Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) in Pond Cultured White Shrimp (Litopenaeus vannamei) in East Java and Bali. Jurnal Perikanan UGM, 9(1): 25-31.
Yanti, M.E.G., Herliany, N.E., Negara, B.F., & Utami, M.A.F. (2017). Deteksi Molekuler White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Hasfam Inti Sentosa. Jurnal Enggano, 2(2): 156-169
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Rahmiza, Fharisa Nabila Rizvi, Okta Rizal Karsih, Ronal Kurniawan, Annisa Meliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






