Analisis Dampak Penambangan Pasir Pantai secara Tradisional terhadap Kondisi Ekosistem Pulau – Pulau Kecil di Perairan Kota Sorong

Authors

  • Julliana Milka Raunsai Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka Indonesia
  • M. Abdul Ibnu Hajar Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka Indonesia
  • Hurip Pratomo Manajemen Perikanan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61761/seawarm.3.2.59-68

Keywords:

kesadaran, penambang pasir, masyarakat, ekosistem

Abstract

Penambangan pasir pantai di Kota Sorong merupakan salah satu aktivitas yang bisa berdampak pada ekosistem biota perairan, saat ini dan masa mendatang. Untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut, maka dilakukan penelitian. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode: observasi, kuesioner, wawancara secara mendalam dan penelusuran literatur. Metode Pengamatan populasi biota perairan dilakukan dengan menjaring. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui Tingkat kerusakan Ekosistem perairan, yaitu: populasi jenis, populasi, intensitas, dominansi dan indeks nilai penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan pasir Pantai mengakibatkan kerusakan pada ekosistem periran disepanjang wilayah pesisir Distrik Sorong kepulauan, yang ditunjukkan oleh populasi biota perairan penambangan pasir pantai memberi dampak negatif terhadap lingkungan yang di tunjukkan oleh terjadi kerusakan ekosistem perairan dan abrasi pantai. Dampak lain yang ditimbulkan adalah menurunnya hasil tangkapan dan pendapatan nelayan, khususnya nelayan penagkap lobster, kondisi ini diperkuat oleh persepsi negatif masyarakat yang tinggi terhadap aktivitas penambangan pasir pantai. Selain dampak negatif, masyarakat telah memahami, dengan menambang pasir dapat meng-akibatkan kerusakan pada ekosistem perairan. Namun karena tuntutan ekonomi masyarakat tetap melakukan aktivitas tersebut. Analisis negatif yang dihasilkan dari kegiatan penambangan pasir Pantai jauh lebih besar dengan potensi kerugian di sektor perikanan bisa mencapai Rp. 2.026.482.500/ tahun jika dibandingkan dengan analisis positif hanya berpotensi menghasilkan Rp 63.875.000, margin antara nilai manfaat dan kerugian sebesar Rp 2.020.095.500. Dengan nilai negatif yang jauh lebih besar, maka sudah seharusnya penambangan pasir pantai dihentikan dan dilakukan upaya minimalisasi baik melalui sosialisasi.

References

Afdhali, D.R., Az-Zanubiya, S.S., & Syaid, I.T. (2024). Pembangunan Waduk Bener di Desa Wadas: Konsep Deep Ecology Arne Naess dalam Pengaturan Hukum Lingkungan. Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(4):134–142.

Asteria, D., Brotosusilo, A.,Soedrajiklan, M.R., & Nugraha, F. N. (2021). Lingkungan Presiden pelayanan dan Keberlanjutan dari Sumber Daya Alam melalui Nilai Adat Tradisional (Studi kasus Kampung Naga, Jawa Barat). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science , 716 , 012051.

Irfan, H., Rahman, A., & Sumktak, P. (2020). Analisis Dampak Penambangan Pasir Pantai terhadap Kerusakan Lingkungan Fisik di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(4): 887-895.

Irfan, I. (2019). Dampak Usaha Kegiatan Penambangan Pasir terhadap Perubahan Mata Pencaharian di Kabupaten Muna Barat. Journal Publicuho, 2(1): 30-37.

Melissa, M., Jean, F.R., Laura, B., & Arragon, L.V. (2021). Displaced Sand, Displaced People: Examining the Livelihood Impacts of Sand Mining in Cambodia. Agence Française de Développement, :205.

Nur, D.I. (2007). Kajian Dampak Lingkungan Kegiatan Penambangan Pasir pada Daerah Sabuk Hijau Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung. Program Magister Ilmu Lingkungan. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Rahman, I.H.A., & Sumktaki, P. (2020). Analisis Dampak Penambangan Pasir Pantai terhadap Kerusakan Lingkungan Fisik di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6(4): 887–895.

Rais, M., Abdullah, R., Malik, E., Mahmuda, D., Pardana, D., Abdullah, L.O.D., Dja’wa, A., Suriadi, S., Jasiyah, R., Naping, H., & Manuhutu, F.Y. (2019). Impact of Sand Mining on Social Economic Conditions of Community. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. 343.

Ridwan, R. (2017). Upaya Penambang Pasir Tradisional dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga di Desa Lekopa’dis, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Jurusan PMI Konsentrasi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi. UIN Alauddin Makassar. Makassar.

Rosalina, M.D., Triadi, I., Sumertha, I.G., Widodo, K.P., & Sukendro, A. (2024). The Impact of Sea Sand Mining on the Environment and Economy in Bawean Island. International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) 4 (2): 1011–1019.

Sayful. M. (2019). Interaksi Sosial dan Reproduksi Nilai Budaya Masyarakat Nelayan di Pelabuhan Paotere Kota Makassar. Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 4(2). 42-60.

Sridevi, R., Riry, J., & Lasaiba, M.A. (2023). Dampak Penambangan Pasir terhadap Lingkungan di Desa Tamedan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti, 2: 123–130.

Subagia, S., & Sutrisno, S. (2013). Implementasi Pelaksanaan Perauran daerah Nomor 1 tahun 2005 tentang Pengendalian Usaha Pertambangan Bahan Galian Glongan C pada Wilayah Sungai di Propinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Hukum.

Torres, A., Brandt, J., Lear, K., & Liu, J. (2017). A Looming Tragedy of the Sand Commons. Science, 357.

Yudhistira, Y., Hidayat, W.K., & Hadiyarto, A. (2011). Kajian Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Penambangan Pasir di Desa Keningar Daerah Kawasan Gunung Merapi. Jurnal Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro, 9(2): 76-84

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Raunsai, J. M., Hajar, M. A. I., & Pratomo, H. (2026). Analisis Dampak Penambangan Pasir Pantai secara Tradisional terhadap Kondisi Ekosistem Pulau – Pulau Kecil di Perairan Kota Sorong. South East Asian Water Resources Management, 3(2), 59–68. https://doi.org/10.61761/seawarm.3.2.59-68

Issue

Section

Articles