Feasibility Analysis of Salted Amoy Croaker (Pseudocienna amovensis) Business in Belawan Bahari Village, Medan Belawan Sub-District, Medan City, North Sumatra
DOI:
https://doi.org/10.61761/seamas.4.1.1-9Keywords:
business feasibility, salted amoy croaker, R/C ratio, financial rate of return, payback periodAbstract
The processing of amoy croaker (Pseudocienna amovensis) into salted fish is a traditional practice among coastal communities that provides economic value-added and contributes to improving the welfare of fishermen in Belawan Bahari Village, Medan Belawan Subdistrict, Medan City, North Sumatra Province. This study aims to calculate the investment, production costs, revenue, and income, as well as to analyze the feasibility of the salted amoy croaker processing business based on large, medium, and small business scales. The research method used was a survey employing a census technique to collect data from 17 salted amoy croaker business operators, using questionnaires and structured interviews. This study aimed to analyze the feasibility of the salted amoy croaker (P. amovensis) processing business in Belawan Bahari Village, Medan Belawan District, based on large, medium, and small business scales. A survey method was used, with a census of 17 business operators through questionnaires and structured interviews. The results of research show an average monthly production of 8,970 kg (large scale), 5,175 kg (medium scale), and 2,277 kg (small scale), with total investments of IDR 183,652,516, IDR 104,005,681, and IDR 46,468,602 respectively, and net incomes of IDR 18,577,151, IDR 11,427,819, and IDR 4,286,897 per month. Feasibility analysis yielded R/C ratios of 1.10–1.12, Financial Rate of Return (FRR) of 0.09%–0.11%, and a payback period of 9.10–10.76 months across all business scales. Thus, the salted amoy croaker processing business in Belawan Bahari Village is declared financially feasible for further development.
References
[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2022). Laporan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2022. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.
[KKP] Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2025). Laporan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2025. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Jakarta.
Abuk, G.M., & Rumbino, Y. (2020). Analisis kelayakan ekonomi menggunakan metode net present value (NPV), metode internal rate of return (IRR) payback period (PBP) pada unit stone crusher di CV. X Kab. Kupang, Prov. NTT. Jurnal Teknologi, 14(2): 68-75.
Amelia, L., Banjarnahor, E.K., & Frianti, A. (2025). Analisis karakteristik pengolahan ikan teri asin, studi kasus di home industri Ibu Nyai, Pangandaran. Jurnal Perikanan Pantura (JPP), 8(2): 891-901.
Amura, D., & Pirhel, P. (2021). Analisis finansial usaha perikanan tangkap di Teluk Ambon Luar sebagai upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 17(1): 46-56.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
Hair, Jr., Page, M., & Brunsveld, N. (2019). Essentials of business research methods. Routledge.
Hasnidar, H. (2017). Analisis kelayakan usaha ikan hias di Gampong Paya Cut Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Jurnal Sains Pertanian, 1(1): 210887.
Hendrik, H. (2010). Analisis usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 15(1): 295976.
Hendrik, H. (2014). Analisis usaha keramba jaring apung, prospek dan kendala pengembangannya di Nagari Tanjung Sani Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 19(1): 36-44.
Hendrik, H. (2016). Studi Kelayakan usaha dan analisis resiko lingkungan pengolahan limbah padat ikan patin (Pangasius hypopthalamus). Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(1): 78-86.
Jambak, J.E.R. (2023). Analisis usaha pengolahan ikan asin dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Muara Nibung Kabupaten Tapanuli Tengah. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Sumatra Utara.
Kertanegara, K. (2022). Analisis finansial dan nonfinansial usaha pengolahan ikan asin di Desa Tarahan, Lampung. Universitas Lampung. Lampung
Kurniawan, E., Hasid, Z., & Busari, A. (2023). Analisis pendapatan usaha pengolahan ikan asin pada usaha rumah tangga di Bontang Kuala, Kalimantan Timur. Galung Tropika, 12(2): 159-168.
Lawrence, N.W. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches. Pearson. 592 p
Lubis, Y., & Siregar, R.S. (2021). Analisis pendapatan dan kelayakan usaha pengolahan ikan asin (Studi Kasus: Kelurahan Pasar II Natal, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal). Universitas Medan Area. Sumatra Utara
Malau, J.W., & Sofyani, T. (2020). Analisis usaha penangkapan ikan malong (Muraenesox cinereus) dengan alat tangkap rawai dasar (Bottom longline) di Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjung Balai Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir, 1(4): 18-28.
Neliyana, N., Wiryawan, B., Wiyono, E.S., & Nurani, T.W. (2014). Analysis Financial fisheries of purse seine in Lampulo Fishing Port Banda Aceh Provinsi Aceh. Marine Fisheries, 5(2): 163-169.
Nursanni, B., Ginting, L.M., Rahmadi, M.T., Prayogo, R.R., & Pasaribu, M.N.H. (2024). Pemanfaatan mekanisasi mesin pengering untuk peningkatan produktivitas UMKM ikan asin di Desa Belawan Bahari. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan Tahun 2024, SN24.064, 804.
Ramadani, A.A. (2025). Strategi pengembangan usaha pengolahan ikan asin di TPI Paotere Makassar. Universitas Hasanuddin. Sulawesi Selatan
Ramadhani, A. A. (2023). Potensi keunggulan kompetitif sumber daya kelautan Indonesia. Jurnal Ekonomi Sakti, 12(3): 291–296.
Sahruni, R.J. (2025). Analisis kelayakan finansial usaha pengolahan ikan Asin di TPI Paotere Makassar. Universitas Hasanuddin. Sulawesi Selatan.
Sari, F.Y., Pranoto, Y.S., & Purwasih, R. (2020). Analisis usaha ikan asin (Studi Kasus Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka). Journal of Integrated Agribusiness, 2(1): 20-36.
Sartika, S., Lubis, M.M., & Saleh, K. (2022). Analisis nilai tambah dan kelayakan usaha pengolahan ikan asin (Studi kasus: Desa Percut, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang). AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis, 4(1): 24-33.
Shalichaty, S.F., Ratrinia, P.W., & Damanik, S. (2021). Business analysis of Gulamah (Johnius trachycephalus) salted fish small and medium enterprises (SMEs) in Perlis, Berandan Barat, Langkat, North Sumatera. Coastal and Ocean Journal (COJ), 5(1), 1-8.
Soekartawi, S. (2007). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisis sistem agroindustri terpadu. Journal of Agribusiness and Agricultural Economics, 1(2): 31-45.
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. 124 p.
Wachdijono, W., Faqih, A., & Hani, U. (2021). Produktifitas nilai tambah dan titik impas pada usaha pengolahan ikan asin. Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, 15(2): 97-106.
Zamroni, A., & Purnomo, A.H. (2005). Identifikasi kebutuhan modal usaha berskala kecil dan menengah dalam industri pengolahan perikanan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(3): 41-50
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Von Braun Situmeang, Darwis Darwis, Hazmi Arief

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






