Strategi Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Terampil Melalui Ekosistem Kolaborasi Green Skills di Kepulauan Riau
DOI:
https://doi.org/10.61761/seamac.4.1.17-26Keywords:
green jobs, green skills, vokasi, TKDV, Kepulauan RiauAbstract
Provinsi Kepulauan Riau menghadapi dua kebutuhan yang harus dijawab secara bersamaan. Pertama, dunia usaha dan dunia industri semakin membutuhkan kompetensi hijau untuk meningkatkan efisiensi energi, pengelolaan limbah, produksi bersih, kepatuhan lingkungan, dan penggunaan teknologi rendah karbon. Kedua, lulusan pendidikan dan pelatihan vokasi memerlukan jalur transisi yang lebih jelas menuju pekerjaan terampil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepulauan Riau pada Mei 2026 tercatat 6,45%, peringkat keempat tertinggi nasional, jauh di atas TPT nasional 4,65%. Survei purposif terhadap 97 responden menunjukkan pengetahuan dasar lulusan dan instruktur tentang green jobs tinggi, yaitu indeks 92,9, tetapi paparan kolaborasi industri hanya 65,7 dan 93,2 persen responden belum pernah mengikuti pelatihan lingkungan atau green skills. Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) mengakui kompetensi hijau sebagai kebutuhan dengan rerata 4,00 dari 5, tetapi kemitraan dengan lembaga vokasi hanya 2,00, pengukuran hasil 2,14, dan penggunaan instrumen asesmen green skills 2,43. Lembaga vokasi mencatat mekanisme informasi industri 2,38 dan integrasi green skills dalam kurikulum 2,33. Tata kelola menunjukkan integrasi SIAPkerja 2,38, pembiayaan APBD 2,25, dan fasilitasi insentif pajak 1,88. Dengan pilot pada dua sektor prioritas ini, kebijakan diproyeksikan memperkuat penyerapan tenaga kerja terampil hijau secara terukur dalam dua tahun, sekaligus menyediakan bukti evaluatif bagi perluasan kebijakan ke sektor dan wilayah lain di Kepulauan Riau. Policy paper ini menilai tiga alternatif: penguatan koordinasi program berjalan; pembangunan sistem informasi green skills; dan pembangunan Ekosistem Kolaborasi Green Skills Kepulauan Riau berbasis sektor dengan TKDV sebagai orkestrator. Alternatif ketiga memperoleh skor tertinggi karena menyatukan validasi kebutuhan, audit kurikulum, proyek industri, penguatan instruktur, asesmen bersama, magang, sertifikasi, informasi pasar kerja, dan pelacakan hasil. Rekomendasi utama adalah penetapan program prioritas dua tahun melalui Keputusan Gubernur atau Keputusan Ketua TKDV, dimulai dengan pilot sektor galangan kapal/jasa maritim dan energi terbarukan/manufaktur pendukung
References
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau. (2025). Provinsi Kepulauan Riau dalam Angka 2025. BPS Provinsi Kepulauan Riau.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau. (2026b). Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau Mei 2026 [Siaran pers]. BPS Provinsi Kepulauan Riau.
[BPS] Badan Pusat Statistik. (2026a). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen; Rata-rata Upah Buruh Sebesar Rp3,39 juta [Siaran pers]. BPS RI.
[ILO] International Labour Organization. (2018). World Employment and Social Outlook 2018: Greening with Jobs. ILO.
[ILO]International Labour Organization. (2023). Greening TVET and Skills Development: A Practical Guidance Tool. ILO.
Akerlof, G.A. (1970). The Market for Lemons: Quality Uncertainty and the Market Mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3): 488–500.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4): 543–571.
Cedefop, & UNESCO-UNEVOC. (2025). Meeting Skill Needs for the Green Transition: Skills Anticipation and VET for a Greener Future. Publications Office of the European Union.
Granata, J., Posadas, J., & Paci, P. (2024). Why Look at Tasks when Designing Skills Policy for the Green Transition?. World Bank.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Kementerian PPN/Bappenas. (2025). Peta jalan pengembangan tenaga kerja hijau Indonesia.
McGrath, S., & Powell, L. (2016). Skills for Sustainable Development: Transforming Vocational Education and Training Beyond 2015. International Journal of Educational Development, 50: 12–19.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kepulauan Riau 2025–2029.
Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam tahun Berjalan.
Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Republik Indonesia. (2022b). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Spence, M. (1973). Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87(3): 355–374.
UNESCO-UNEVOC. (2023). Greening Technical and Vocational Education and Training: A Practical Guide for Institutions. UNESCO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ria Nandika Handayani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







